Surya pagi merona kembali dengan sisa air menetes, hujan pada jemuran yang masih basah belum kering. Ya, tiap malam harus nyuci baju hanya aktu itu saja gua bisa nyuci tuh baju. Bila pagi tak sempat kalau harus membagi waktu mencuci dengan mengaji, beres-beres kamar, belum mandi pula, siap-siap buat ke sekolah. Masih bisa dihitung keberadaan gua di ponpes ini, serasa telah melewati batas tahun. Mata tak ingin untuk bangkit memulai aktivitas, dibuat bad mood rasanya dengan suasana tak mendukung keseharianku. Rasa hanya ingin tidur berbaring di kasur lantai mungkin tak pernah tak pernah dicuci hingga hitam tak terurus seperti bahan rongsokan, tapi katanya banyak hikmahnya. Memang benar tapi banyak menyiksa juga bila harus gatal gara-gara belum pernah dicuci. Waktu terjepit tak bisa gua tinggalkan bangku sekolah, tiap denger kata bangku sekolah pasti yang ada dibenak ku hanyalah sang malaikat dunia. Dia segalanya bagi hidup gua, tanpa dia mungkin gua ga sampai setahap ini, bisa ngapain aja yang gua suka.
Rabu, Mei 15, 2013
Sabtu, Maret 16, 2013
Part 2 - 13 TINTA MERAH
Senja tertusuk oleh ilalang, lembayung senja embun menetes membelai dedaunan hijau nan menguning. Ku terbangun oleh mimpi buruk tak dapat tidur, bergegas mengambil air wudlu untuk mengerjakan kewajiban umat kami. Pada rimba tempat berwudlu ku usapkan setiap air yang mengalir dari kran begitu berat Tuhan meninggalkan rumah menjadi seorang yang lebih mandiri jauh dari kesenangan. Kini ku mulai dewasa mulai mengerti hidup sesungguhnya, namun seperti jiwa ini belum siap untuk menukarnya. Tak dapat berfikir panjang waktu menunjukan lima kurang dua puluh menit, ku cari tempat untuk ku menyiram tubuh akhirnya ku mandi di sekolah di ruang bawah tanah. Dingin menusuk jari-jari tangan dan pori-pori serasa tak kuat menahan kerasnya air pagi. Setiap hari ku lakukan pagi-pagi mencari air untukku bersihkan diri. Tak ada di asrama, siapa cepat dia mandi itu mungkin slogan yang pas untuk kamar mandi asrama putra farmasy atau bahkan asrama putra lain. Begitu sedikit air yang dapat kami pakai, memungkinkan bila air telah abis kita pun tak mandi. Ya beginilah mungkin ujian yang selama ini, mereka kaum pondok merasa prihatin dengan keadaan.
Kamis, Februari 21, 2013
PART 1 : 13 TINTA MERAH
Bagai membalik telapak tangan, sifatku mungkin berbeda atau
memory dan pikiranku terhasut oleh langkah saat senja tanda 20 hari kedatangan
ujian tiba. Mungkin kata panggilanlah yang menuntunku untuk kembali pada
langkah benar kata pihak penyandang surga. Langkah tak dapat terpungkiri bila
nada tanda-tanda telah datang apa adanya. Mustahil kau akan kuat menerima
segala perubahan yang akan terjadi padamu Al, apakah kau sudah tau hal apa yang
akan terjadi? Temanku seperti merendahkanku. Namun tak sampai berfikir seperti
itu, hidup adalah proses aku tetap melangkah meski berat.
Langganan:
Postingan (Atom)







